Tradisi Asli Nusantara Kain Tenun Sengkang

Share:
Sengkang merupakan ibukota daerah Kabupaten Wajo. Kain Tenun Sengkang merupakan salah satu warisan leluhur di Indonesia yang berasal dari suku Bugis. Seperti namanya, kain tenun ini berasal dari Kota Sengkang yang berjarak 191 km dari kota Makassar.

Dalam web Good News from Indonesia, Putri Maulida menyebutkan Kain Tenun Sengkang merupakan tradisi hasil menenun turun-temurun yang dilakukan masyarakat asli kota Sengkang, Sulawesi Selatan, sejak ratusan tahun lalu. Tepatnya di Desa Pakanna, Kecamatan Tanasitolo, yang dikenal sebagai kampung penenun. Konon di Desa Pakanna dahulu, hampir diseluruh wilayah Kabupaten Wajo dipenuhi oleh para petani ulet sutera, hingga pengrajin tenun sutera.

Menurut situs Oriflame.id disebutkan bahan, fungsi dan sejarah untuk membuat kain tenun sebagai berikut:

Bahan Dasar Untuk Membuat Kain Tenun Sengkang
Kain Tenun Sengkang berbahan dasar kepompong dari ulat sutra yang kemudian diolah secara manual (tidak menggunakan mesin) atau ATMB (Alat Tenun Bukan Mesin). Artinya pembutannya digerakkan oleh tangan-tangan manual, tenaga manusia. Kepompong sebagai bahan untuk membuat kain ini dihasilkan dari ulat sutra yang dibudidayakan oleh masyarakat menggunakan tanaman Murbey (morus. sp). Kepompong yang telah dipanen kemudian diolah dengan beberapa tahapan. Mulai dari tahap pemintalan dan pewarnaan yang kemudian diubah menjadi benang sebagai bahan dasar kain sutera. Tanaman Murbey sebagai media untuk ulat sutra sendiri banyak dijumpai di kota kabupaten sehingga pembudidayaannya dapat dilakukan di daerah ini.

Fungsi dan Kegunaan Kain Tenun Sengkang
Kain Sutra Sekang banyak digunakan dalam berbagai kegiatan penting, termasuk upacara adat, pesta pernikahan, hingga kegiatan resmi pemerintahan.

Sejarah Kain Tenun Sutra Sengkang
Menurut cerita turun temurun dan beberapa literatur, kain tenun sutra Sengkang telah ada sejak ratusan tahun silam. Kain tenun ini sudah ada sejak abad ke 14 di Kabupaten Wajo. Namun pada saat itu, terbatas pada pembuatan untuk pemakaian sendiri. Bukan untuk komoditi dagangan.

gambar disalin dari Correcto

Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung, terus dukung kami, jangan lupa klik iklan sebagai tanda kunjungan. Mari saling menghargai.