Seni Rupa Postmodern: Pemikiran dan Alirannya

Share:
Sebagai sebuah istilah, posmodern telah dikenal sejak tahun 1930an tetapi barulah mulai populer pada dekade 1970-an. Seni rupa posmodern berpijak dari filosofi posmodernisme yang berpandangan bahwa modernisme telah gagal menciptakan dunia yang lebih baik sebagaimana yang dicita-citakannya. Modernisme dipandang sebagai penyebab dari kerusakan lingkungan akibat eksplorasi yang berlebihan, diciptakannya senjata pemusnah massal yang semakin mengancam kehidupan, terjadinya kesenjangan yang semakin lebar antara si kaya  yang menguasai modal dan teknologi dengan si miskin yang tidak berdaya karena tidak memiliki akses. Posmodernisme berupaya mengoreksi modernisme seraya menawarkan alternatif solusi.

Dalam bidang seni rupa, pendukung posmodernisme menawarkan ide pluralisme sebagai pengganti universalismenya modernisme dengan pusat-pusat kebudayaan yang dijadikan sebagai kiblat. Pendukung posmodernisme tidak merasa perlu untuk membedakan lagi antara seni murni yang dipandang sebagai seni tinggi dan seni terapan sebagai seni rendah. Seni rupa yang terpinggirkan oleh seni rupa modern seperti seni rupa tradisional justru dihargai oleh kaum posmedernis karena dianggap memiliki keaslian dan keunikan.  

Dalam Seni Rupa Posmodern semua ekspresi seni dihargai (termasuk seni rupa modern) dan diberi tempat yang sama; yang penting adalah ekspresi seni tersebut kontekstual. Dapat dikatakan bahwa karya seni rupa posmodern memancarkan semangat baru yakni semangat pluralisme, eklektikisme, dan kontekstualisme.

gambar disalin dari Escape The Loop

Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung, terus dukung kami, jangan lupa klik iklan sebagai tanda kunjungan. Mari saling menghargai.