Rumah Adat Tongkanan Berasal

Share:
Rumah adat Tongkanan berasal dari Toraja, baik dari Tana Toraja maupun Toraja Utara. dikutip dari KumparanTongkonan kaya dengan unsur kepercayaan, tradisi kuno, peradaban serta kebanggaan masyarakat Toraja. Maka tak heran, rumah ini tak bisa dibangun sembarangan. 

Tongkonan sendiri berasal dari kata Tongkon yang berarti 'menduduki' atau 'tempat duduk'. Disebut seperti itu karena pada awalnya rumah adat ini dijadikan sebagai tempat berkumpul para bangsawan Tana Toraja untuk berdiskusi. 

Rumah Tongkonan terbuat dari kayu uru. Atap rumah Tongkonan yang terbuat dari bambu juga terlihat unik karena bentuknya yang menyerupai perahu. Hal ini menjadi pengingat bahwa leluhur masyarakat Toraja menggunakan perahu untuk sampai di Sulawesi.

Tongkonan memiliki empat dasar warna yang masing-masing sarat makna. Warna merah berarti darah yang melambangkan kehidupan manusia, warna kuning berarti anugerah dan kekuasaan dari Sang Ilahi. Putih berarti warna daging serta tulang yang berarti suci. Sedangkan warna hitam berarti kematian dan kegelapan.

Rumah adat Tongkonan memiliki tiga bagian di dalamnya yaitu bagian utara, tengah dan selatan. Ruangan bagian utara (Tengalok) berfungsi sebagai ruang tamu atau ruang tidur untuk anak-anak dan sebagai tempat untuk menaruh sesaji.

Dari sumber lain, Kompas menyebutkan Tongkonan adalah rumah adat dengan ciri rumah panggung dari kayu dimana kolong di bawah rumah biasanya dipakai sebagai kandang kerbau. Atapnya rumah tongkonan dilapisi ijuk hitam dan bentuknya melengkung persis seperti perahu telungkup dengan buritan. Ada juga yang mengatakan bentuknya seperti tanduk kerbau. Sekilas mirip bangunan rumah gadang  di Minang atau Batak.

Semua rumah tongkonan yang berdiri berjejer akan mengarah ke utara. Arah tongkonan yang menghadap ke utara serta ujung atap yang runcing ke atas melambangkan leluhur mereka yang berasal dari utara. Ketika nanti meninggal mereka akan berkumpul bersama arwah leluhurnya di utara.
gambar disalin dari Kumparan

Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung, terus dukung kami, jangan lupa klik iklan sebagai tanda kunjungan. Mari saling menghargai.