Aliran Seni Rupa Neoklasikisme

Share:
Aliran seni rupa yang dikenal dengan nama Neoklasikisme atau biasa pula disingkat saja dengan Klasikisme adalah corak karya seni rupa dan arsitektur yang populer pada akhir Abad ke-18 dan awal Abad ke-19. Corak ini merefleksikan keinginan untuk menghidupkan kembali semangat dan bentuk seni rupa klasik Yunani-Romawi. Keinginan ini tidak dapat dilepaskan pada ditemukannya reruntuhan kota-kota kuno Romawi seperti Herculaneum dan Pompeii serta pengaruh buku yang ditulis oleh sejarawan seni rupa Jerman Johann Winkelmann (1717-1768) yang menegaskan bahwa perupa seyogyanya meniru cara orang Yunani dalam melukiskan bentuk-bentuk ideal. 

Tradisi peniruan terhadap alam dalam berkarya seni rupa atau yang populer dengan istilah “seni rupa mimesis” telah dilakukan oleh orang Yunani ratusan tahun sebelum Masehi.  Pada masa klasik kebudayaan Yunani, perupa (pematung) melakukan idealisasi bentuk dalam mereka meniru alam.  Karena itu karya seni rupa (baca patung manusia) yang diciptakannya memiliki anatomi yang ideal. Pada masa kejayaan Romawi selain dihasilkan patung yang diidealisasi, juga dihasilkan patung yang menggambarkan obyeknya secara apa adanya, khususnya terhadap patung potret.

Karakteristik karya seni rupa (lukisan dan patung) Neoklasikisme adalah mengangkat tema yang bersifat serius dan heroik dari karya sastra dan sejarah klasik. Dari segi penampakan, karya seni lukisan dan patung Neoklasikisme menonjolkan keindahan yang diidealisasi, harmoni, dan keseimbangan.

gambar disalin dari Artisoo

Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung, terus dukung kami, jangan lupa klik iklan sebagai tanda kunjungan. Mari saling menghargai.