Fungsi Seni Ilustrasi

Share:
Niat seni ilustrasi yaitu untuk mengomunikasikan secara visual dalam bentuk “gambaran grafis” suatu subyek (fakta atau opini) dengan maksud menjelaskan, mendidik, menceriterakan, mempromosikan, mengajak, menyadarkan, menghibur, menyampaikan pandangan, memperingati, memuliakan, mencatat peristiwa, menyampaikan rasa simpati atau empati dan berbagai kemungkinan maksud lainnya serta menyajikannya secara artistik sehingga “gambaran grafis” tersebut entah dalam wujud sketsa, diagram, gambar, kolase, dan sebagainya, menstimulasi rasa estetik dalam diri audiensi (pembaca, penonton, pemirsa).  Rasa estetik tersebut pada gilirannya menimbulkan kesenangan, kegairahan, keterpanaan, atau mungkin juga keterkejutan atau syok.

Dalam bukunya, Seni Ilustrasi, Prof. Sofyan Salam, Ph.D mengungkapkan bahwa ilustasi memiliki fungsi sebagai berikut:
  • Fungsi menjelaskan atau membuat terang ide yang tertuang pada naskah atau teks yang merupakan fungsi tradisional seni ilustrasi, baik yang diwujudkan dalam corak naturalistis/realistis maupun yang berupa gambar skematik/diagram. Karya seni ilustrasi yang mengemban fungsi ini antara lain: (1) seni ilustrasi untuk keperluan ilmu pengetahuan (scientific illustration) dalam bidang ilmu botani, geografi, arkeologi, kesehatan, seni, teknik, olahraga, dsb; (2) seni ilustrasi untuk keperluan petunjuk  penggunaan produk yang akan memudahkan pengguna untuk menggunakan produk tersebut, atau petunjuk arah yang memudahkan seseorang untuk mencapai tujuan. Tidak semua hal dapat dijelaskan dengan jernih oleh teks dan kehadiran ilustrasi adalah untuk memperjelas uraian teks. Konon, “sebuah gambar lebih bermakna dari pada seribu kata.”
  • Fungsi mendidik diemban oleh seni ilustrasi yang dibuat untuk menyampaikan berbagai pesan edukatif yang diharapkan dapat menimbulkan kesadaran dalam diri seseorang sehingga orang tersebut menjadi pribadi yang lebih baik dan bertanggung-jawab. Seni ilustrasi dengan fungsi mendidik terdapatpada bahan yang dibuat untuk keperluan pendidikan seperti buklet, pamflet, brosur, permainan (game), poster, dsb. 
  • Fungsi menceriterakan secara jelas tampak pada seni ilustrasi berupa cergam atau komik yang menceriterakan suatu peristiwa, dongeng, atau roman berupa rangkaian gambar dengan teks sebagai penjelasnya. Seni ilustrasi yang mendampingi naskah ceritera dapat pula dipandang mengemban fungsi menceriterakan melalui gambar atau citraan lainnya.
  • Fungsi mempromosikan atau mempropagandakan suatu ide, peristiwa, jasa, atau produk seperti yang diemban oleh: (1) seni ilustrasi untuk iklan (advertising illustration) dalam bentuk poster, leaflet, atau bahan terjilid yang secara khusus dirancang untuk mengajak masyarakat menerima suatu ide atau menggunakan jasa dan produk tertentu yang ditawarkan, (2) seni ilustrasi berupa gambar untuk mempopulerkan suatu ide dengan memasangnya dalam bentuk poster atau pada stiker, baju kaos, kartu-pos atau tas belanjaan tanpa disertai teks yang bersifat persuasif. (3) ilustrasi busana (fashion illustration) yang dibuat untuk memperkenalkan desain busana terbaru.
  • Fungsi menghibur diemban oleh seni ilustrasi berupa kartun humor yang menghadirkan kelucuan yang diangkat dari kehidupan sehari-hari, baik dalam bentuk cetakan maupun dalam bentuk animasi.
  • Fungsi menyampaikan opini atau pandangan tentang suatu persoalan atau tema diemban oleh ilustrasi editorial. Ilustrasi editorial yang biasanya dimuat pada media publikasi menggambarkan pandangan dari media publikasi tersebut berkenaan dengan tema yang diangkat. Ilustrasi editorial tampil dalam bentuk: (1) seni ilustrasi editorial untuk kolom opini pada majalah, surat kabar atau animasi televisi, (2) seni ilustrasi karikatur sebagai opini yangditampilkan pada majalah, surat kabar atau animasi televisi. Seni karikatur menyoroti suatu persoalan dalam bentuk kritikan terhadapkebijakan publik dan perilaku pemimpin politik, penyadaran tentang sesuatu hal yang kritis dalam kehidupan masyarakat, atau pembelaan terhadap ketertindasan golongan tertentu. Karikatur biasanya menampilkan hal yang didramatisasi dalam wujud yang lucu. Karena sifatnya yang lucu inilah, maka gambar karikatur biasa pula disebut kartun-politik (political cartoon). Seni ilustrasi berupa potret (portraiture illustration) yang menampilkan potret seseorang berdasarkan penafsiran bebas sang ilustrator termasuk dalam kategori ini.
  • Fungsi memperingati suatu peristiwa diemban oleh seni ilustrasi pada perangko yang mengangkat tema hari-hari bersejarah. Ilustrasi untuk perangko mengemban juga berbagai fungsi lainnya sesuai dengan citraan yang ditampilkan seperti fungsi mempromosikan atau “fungsi memuliakan”
  • Fungsi memuliakan diemban oleh seni ilustrasi pada perangko (dan mungkin juga pada jenis ilustrasi lainnya) dengan menghadirkan berbagai tokoh yang berperan dalam sejarah umat manusia, baik dalam ruang lingkup internasional, nasional, maupun lokal. Ditampilkannya tokoh tersebut merupakan suatu bentuk penghormatan untuk memuliakan sang tokoh.
  • Fungsi menyampaikan rasa simpati berkenan akan peristiwa yang menyenangkan dan membahagiakan atau menyampaikan rasa empati atas peristiwa duka yang menimpa seperti yang diemban oleh seni ilustrasi dalam bentuk berbagai kartu ucapan.
  • Fungsi mencatat peristiwa yakni karyaseni ilustrasi yang dibuat dalam rangka mendokumentasikan peristiwa penting seperti yang terlihat pada pelbagai seni ilutrasi perangko. Sesungguhnya, fungsi “mencatat atau mendokumentasikan peristiwa” secara tidak sadar diemban oleh seni ilustrasi oleh karena seni ilustrasi yang dibuat pada suatu tempat di suatu masa, pastilah terikat oleh ruang dan waktu.

Demikianlah fungsi ilustrasi yang diungkapkan oleh prof. Sofyan Salam. Semoga dapat membantu tulisan teman-teman sekalian. silakan mencari referensi yang lain untuk memperkaya wawasan.
gambar disalin dari twitter

Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung, terus dukung kami, jangan lupa klik iklan sebagai tanda kunjungan. Mari saling menghargai.