Alasan nilai estetika menjadi nilai yang paling sering muncul dalam apresiasi seni budaya adalah

Share:
Nilai estetika selalu terlintas jika mendengar kata apresiasi seni. Dalam pandangan ahli, apresiasi seni adalah proses penghayatan terhadap karya seni dan pembuatnya. Secara umum apresiasi seni bisa diartikan sebagai kesadaran menilai melalui cara menghayati suatu karya seni, maka dibutuhkanlah estetika dalam penilainnya.

Menilai estetika karya seni biasanya tidak jauh-jauh dari melibatkan unsur subyektif dan unsur obyektif. Unsur subyektif terletak pada penilaian pribadi, sedangkan unsur obyektif menilai karya dengan melibatkan banyak hal seperti pengetahuan tentang teori seni, pengetahuan tentang senimannya, bahkan pengetahuan penilai terhadap seniman dan karyanya.   

Dalam literatur lain (guru pendidikan), proses apresiasi seni ini dibagi menjadi dua jenis:
  • Proses apresiasi afektif
Terjadi karena pengamatan seni cepat mengalami empati dan rasa puas.
  • Proses apresiasi kreatif
Terjadi karena pengamat seni sadar dalam menghayati dan menilai menggunakan aspek logika untuk menentukan nilai suatu karya seni.

Mengapa nilai estetika menjadi nilai yang sering muncul dalam apresisasi seni budaya?
Karena nilai estetika menjadi nilai utama yang unik dalam setiap budaya mulai dari cara bicara, berpakaian, bertindak dan segala tingkah laku dalam budaya tersebut.


disalin dari: news.artnet.com


Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung, terus dukung kami, jangan lupa klik iklan sebagai tanda kunjungan. Mari saling menghargai.