Proses Artistik Karya Seni Rupa

Share:
Sebagai sesuatu yang dihasilkan oleh manusia, karya seni rupa lahir dari suatu  proses penciptaan yang lazim disebut sebagai proses artistik.  Proses penciptaan karya seni rupa bersifat unik sesuai dengan jenis karya seni rupa yang diciptakan dan siapa yang menciptakannya.  Berbagai studi dilakukan oleh para pakar untuk mengidentifikasi tahap atau langkah dari proses penciptaan karya seni rupa.  Meskipun para pakar menggunakan istilah yang berbeda dalam upaya identifikasi tersebut, mereka secara umum sepakat akan karakteristik penciptaan suatu jenis karya seni rupa, yakni: (1) tahap penciptaan karya seni rupa tidak terjadi dalam tata-urutan yang pasti tetapi bersifat bertukar-tukar, terjadi pengulangan dan penggabungan sesuai cara perupa dalam berkarya; dan (2) tahap yang ditempuh dalam penciptaan karya seni rupa ditentukan oleh jenis karya tersebut.

Tahap yang ditempuh dalam penciptaan karya seni lukis, berbeda dengan tahap yang ditempuh dalam penciptaan karya seni tenun, seni keramik, seni ukir, seni cetak, seni lipat kertas (origami), dan lain-lain.  Secara umum para pakar sepakat pula bahwa ada dua tahap utama dalam proses penciptaan karya seni rupa yakni: (1) tahap penemuan dan pengembangan ide, dan (2) tahap perwujudan ide dalam bentuk karya melalui media yang relevan.

PENEMUAN DAN PENGEMBANGAN IDE   
Diciptakannya sebuah karya seni rupa bermula dari adanya ide atau keinginan dari seorang perupa untuk menciptakan suatu karya seni rupa. Ide yang ada pada diri seseorang kemudian dikembangkan dalam benak sang perupa menyangkut berbagai hal teknis yang perlu ia lakukan dalam mewujudkan ide tersebut menjadi karya seni rupa.  Ada perupa yang tidak perlu lagi memikirkan berbagai hal teknis penciptaan karena ia hanya akan mengikuti kebiasaan yang telah mentradisi sebagaimana yang dialami oleh perupa tradisional.  

Perupa lainnya, khususnya perupa kreatif, yang berupaya untuk menghadirkan karya seni rupa yang baru, unik dan menawarkan kejutan, memerlukan waktu untuk merenung dan bereksplorasi dalam rangka mematangkan idenya. Perupa kreatif lainnya yang bergerak dalam dunia komersial yang dituntut untuk memuaskan pelanggan atau pemesannya seperti perupa yang bergerak dalam bidang desain komunikasi visual atau desain produk, bahkan melakukan riset pendahuluan serta berdiskusi dengan berbagai pihak yang relevan demi penyempurnaan ide yang akan diwujudkannya. Dalam berbagai kasus, riset pendahuluan dan  diskusi ini berjalan dalam waktu yang lama.

PERWUJUDAN IDE DALAM BENTUK KARYA SENI RUPA   
Perwujudan ide dalam bentuk karya seni rupa tercermin pada bagaimana perupa mewujudkan idenya melalui media yang relevan dengan karya seni rupa yang akan diciptakannya. Seorang pelukis dalam mewujudkan idenya di atas kanvas dengan media cat minyak akan memanfaatkan semaksimal mungkin potensi goresan dan plototan cat minyak agar idenya terekspresikan secara efektif.  Jika seorang pelukis dalam mewujudkan idenya bekerja secara langsung di atas kanvas, tidak demikian halnya dengan seorang pematung yang akan menciptakan patung logam monumental yang berukuran raksasa. Untuk mewujudkan patung semacam ini sang pematung perlu untuk terlebih dahulu membuat model patung dalam ukuran yang lebih kecil dengan bahan tanah liat atau bahan lainnya sebagai referensi  serta membuat perhitungan yang cermat berkenan dengan bahan dan alat yang diperlukan, jadwal pekerjaan,  tenaga kerja, serta pembiayaan. Jelaslah, jenis karya seni rupa yang akan diciptakan sangat menentukan bagaimana proses perwujudan karya tersebut.

Persoalan utama dalam kegiatan mewujudkan karya seni rupa adalah bagaimana memecahkan persoalan teknis dalam berbagai aspeknya berkaitan dengan karya seni rupa yang diciptakan. Pengalaman kerja, keterampilan teknis, dan bakat perupa sangatlah menentukan keefektifan dan keefisienan penciptaan karya seni rupa.

--dari draft pengerahuan dasar seni rupa

dari destinasian

Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung, terus dukung kami, jangan lupa klik iklan sebagai tanda kunjungan. Mari saling menghargai.