Pengertian Estetika

Share:
Wacana tentang estetika tak habis dibahas dalam wilayah akademik dan publik filsafat. Wacana ini terus berkembang karena banyaknya permasalahan yang muncul ketika membicarakan persoalan keindahan bahkan dalam kehidupan sehari-hari istilah ini biasanya digunakan untuk merujuk kepada hal yang sifatnya khusus. Para ahli mencoba memberikan pendapatnya mengenai keindahan berdasarkan pengalaman, pengamatan, dan penghayatan mengenai estetika. Sebelum mengetahui pendapat-pendapat ahli tersebut, pada kesempatan berikut akan diuraikan istilah yang digunakan untuk mendefinisikan kata Estetika.

Terminologi atau istilah estetika berasal dari bahasa Yunani aisthetikos yang berarti keindahan, sensitivitas, kesadaran dan hal penginderaan. Istilah lain yang berkembang sampai abad 18 bahwa estetika disebut sebagai filsafat keindahan (philosophy of beauty), filsafat cita rasa (theory of taste), filsafat seni (theory of fine atrs), dan teori lima seni (theory of five arts), teori lima seni seperti yang disebut pada bagian terakhir yaitu seni lukis, seni pahat, arsitektur, sajak, dan musik. Untuk menggali lebih lanjut pemaknaan estetika tersebut, para ahli mengemukakan pendapat yang berbeda namun perbedaan pendapat yang dikemukakan masing-masing ahli termasuk sebagai cara memahami estetika. Berikut pengertian estetika yang dikemukakan para ahli antara lain:
  1. Estetika adalah segala sesuatu dan kajian terhadap hal-hal yang berkaitan dengan kegiatan seni (Kattsoff, Element of Philosophy, 1953).
  2. Estetika merupakan suatu telaah yang berkaitan dengan penciptaan, apresiasi, dan kritik terhadap karya seni dalam konteks keterkaitan seni dengan kegiatan manusia dan pernanan sendi dalam perubahan dunia (Van Mater Ames, Colliers Encyclopedia, vol. 1).
  3. Estetika adalah suatu ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berkaitan dengan keindahan, mempelajari semua aspek yang disebut keindahan (AA Djelantik, Estetika Suatu Pengantar, 1999).
  4. Estetika adalah filsafat yang membahas esensi dari totalitas kehidupan estetik dan artisrtik yang sejalan dengan zaman (Agus Sachari, Estetika terapan, 1989).
  5. Estetika adalah segala hal yang berhubungan dengan sifat dasar nilai-nilai non moral suatu karya seni (William Haverson, dalam Estetika Terapan, 1989).
  6. Estetika mempersoalkan hak ikat keindahan alam dan karya seni, sedangkan filsafat seni mempersoalkan hanya karya seni atau benda seni, atau artifak yang disebut seni (Jakob sumarjo, Filsafat Seni, 2000).
  7. Estetika adalah cabang filsafat yang bertalian dengan penguraian pengertian-pengertian dan pemecahan persoalan-persoalan yang timbul bilamana seseorang merenungkan tentang benda-benda estetis yang terkena oleh pengalaman estetis (John Hospers, The Encyclopedia of Philosophy dalam Garis Besar Estetik, 1976).
  8. Estetika sering dilukiskan sebagai penelaaahan filsafat tentang keindahan dan kejelekan (Jeroma Stolnitz, The Encyclopedia of Philosophy dalam Garis Besar Estetik, 1976).

Pengertian estetika tidaklah terbatas pada delapan uraian di atas, masih banyak pengertian lain yang belum sempat disebutkan, jika pun harus disebutkan hanya akan menambah kebingungan kita dengan berbagai defenisi yang ada. Berdasarkan berbagai pandangan di atas, dapat dijelaskan bahwa pandangan tentang estetika cukup beragam dan perlu pembatasan agar keberagaman pengertian tersebut dapat dimaknai secara utuh.

Pembatasan estetika bermaksud untuk memberikan jalur yang semestinya dalam membahas estetika, terlebih estetika yang dipelajari adalah estetika sebagai ilmu pengetahuan. Pembatasan uraian ini untuk mengerucutkan pembahasan tentang permasalahan yang ada pada tubuh estetika. Adapun batas masalah yang dimaksud yaitu permasalahan nilai estetis, pengalaman estetis, perilaku seniman, dan seni itu sendiri. Hal tersebut dilakukan agar pengertian yang sedemikian rupa perbedaannya dapat kita simpulkan.

gambar dari medium

Tidak ada komentar

Terima kasih telah berkunjung, terus dukung kami, jangan lupa klik iklan sebagai tanda kunjungan. Mari saling menghargai.