Seni Rupa Mesir

Share:
Mesir. Negeri Fir'aun di masa lalu. Negeri kelahiran nabi-nabi, negeri yang menyimpan kekayaan budaya penuh misteri. Mesir kuno subur untuk peternakan dan pertanian. Kesuburannya berkat tunjangan sungai nil yang kokoh sepanjang tahun. Tempat bergantung makhluk hidup di kawasan itu. Tidak seperti masa lalu, Mesir yang sekarang sangatlah gersang.

Tahun 1700-an. Napoleon dan kawan-kawannya melakukan studi arkeologi di kawasan Mesir. Selanjutnya 200-an ilmuwan juga ikut ambil bagian dalam studi arkeologi itu.

Jauh sebelum Napoleon melayarkan diri ke Mesir, Herodotus (Sejarawan Yunani kuno dan diperkirakan hidup tahun 450 SM) telah menyiapkan tulisan tentang Mesir kuno. Meski sudah dalam bentuk tulisan, para pakar sepakat bahwa tulisan Herodotus ttg Mesir kuno belum termasuk sebagai sebuah disiplin ilmu krn tidak dilakukannya secara sistematis.

Mesir kuno menganut sistem negara-kota. Negara yang hanya seluas kota. Hampir semua kegiatan budaya bergantung pada sungai Nil. Pembuatan bendungan dan banjir yg teratur memacu pusat-pusat budaya masa lalu berkembang di Mesir.

Bangsa Mesir menganut konsep "abadi sesudah kematian". Mereka percaya dewa sangat berpengaruh thdp manusia. Kematian adl langkah keabadian. Masyarakat Mesir kuno memiliki kelas bangsawan, kelas menengah (pedagang, seniman), dan budak (kelas bawah)

Di masa awal (kira-kira 3200-2680 SM) adl masa bersatunya Mesir Atas (Hulu) dan Mesir Bawah (Hilir). Mereka bersepakat membangun pusat budaya di kota Memphis (Mesir Hilir)

Di masa tengah (2134-1786 SM). Krn serangan bangsa luar, Mesir memperkokoh keamanan internal. Di tengah kuatnya pertahanan, terjadi perang saudara antar kerajaan negara-kota. Keamanan kocar-kacir. Bangsa luar kembali menyerang Mesir. Terakhir, bangsa Hyksos menyerang habis-habisan sampai menguasai Mesir. Pasukan Mesir yang tersisa melarikan diri dan bergabung dgn bangsa Mesir Hulu.

200-an tahun kemudian. Bangsa Hyksos diusir oleh kekuatan dari Mesir Hulu di bawah komando pangeran dari Negara-Kota Thebes (Mesir Hulu). Saat itulah Thebes menjadi pusat budaya menggantikan Memphis. Olehnya masa ini disebut Kerajaan baru (1570-1530 SM).

foto disalin dari instagram, lupa sumbernya
Tapi ternyata Pangeran dari Thebes juga tidak mampu mempertahankan kotanya. Mereka diserang dari berbagai penjuru.


Diserang Yunani 332 SM. Diserang Romawi 30 SM. Sisa negara-kota diserang assyiria 7 SM. Sisa negara-kota lainnya diserang Persia 6 SM. Dari banyak penyerangan, Romawi berhasil mengambil alih Mesir, jadilah Mesir sbg kota provinsi Romawi.