Sejarah Singkat Seni Rupa Mesopotamia

Share:
Mesopotamia. Sebuah bangsa besar di masa lalu. Dialiri dua sungai besar: Eufrat dan Tigris. Banjir membuat daratan Mesopotamia subur sepanjang tahun.

Jika musim panas, keadaan berubah jadi panas, begitu pula saat musim dingin. Sebelah utara dan timurnya pengunungan. Barat daya terhampar gurun pasir.

Pusat kotanya bernama Eridu (masa Sumeria). Dulunya kota pelabuhan. Sekarang, pelabuhan terletak 130 mil dari kota Eridu.

Mesopotamia adalah saksi pusat peradaban tertua di dunia. Peradaban Mesopotamia tertimbun ke dalam tanah. Tidak seperti Mesir yang muncul ke permukaan. Sejarah Mesopotamia adl sejarah pergantian bangsa-bangsa. Mesopotamia pernah di huni bangsa Sumeria, Akkadia, Babilonia, Assiria dan Persia.

Sekitar 4000 SM, bangsa Sumeria mendiami lembah sungai Eufrat dan Tigris. Kebudayaannya maju seperti Mesir karena bantuan irigasi (bendungan) yang baik. Lama kelamaan datang bangsa Semit (Sam, Syam) dari barat meniru kebudayaan Sumeria kemudian membangun kota Kish, Akkad (Akkadia), Mari dan Babilon di Utara kawasan Mesopotamia.

Di sebelah barat Mesopotamia kemudian berkembang kebudayaan besar. Sebutlah Jericho dan Catal Huyuk. Bagi yg pernah bermain game Wall of Jericho, selamat Anda telah berkontribusi membaca peradaban. Letak Jericho saat ini di perbatasan antara Palestina dan Jordan. Sedangkan Catal Huyuk adalah eksperimen tertua cara manusia membuat peradaban kota. Saat ini Catal Huyuk dapat dijumpai di daratan Anatolia, Turki.

Catal Huyuk adalah susunan bangunan tanpa jalan pemisah antar rumah. Semua bangunan dikendalikan dari dalam. Pintu ke pintu dikendalikan dari dalam. Para ahli sejarah berpendapat, tujuan pembangunan dari dalam untuk membentengi diri dari musuh dan membuat musuh tersesat jika masuk ke dalamnya.

Bangsa Sumeria membuat tulisan paku. Membuat Ziggurat. Karena kepercayaannya dewa-dewa, bangsa Sumeria banyak membuat patung. Anda bisa googling kuil Abu Tell Asmar.