Seni Kristen Awal

Share:
Dari sini saya akan bahas artefak peradaban Seni Kristen Awal. Mohon bersabar. Kita sedang menyaksikan sejarah.

Baiklah. Mulai. Setelah berada di puncak peradaban dunia. Wilayah Romawi menjangkau Eropa, Asia kecil, dan sebagian Afrika. Kekaisaran Romawi datang dengan membawa prinsip perang. Siapa yang melawan maka jadi lawan. Perlu kita tahu, permulaan kekaisaran Romawi itu berada sekitar 200 SM.

Tahun 0 M, Yesus lahir. Islam menyebutnya Nabi Isa. Singkatnya, Yesus lahir di kota kecil bernama Nazaret, Yerussalem, Palestina. Pekerjaannya sebagai tukang kayu. Dari kecil sampai meninggal (versi nasrani) tidak meninggalkan Yerussalem. Yang menyebarkan agama kristen adalah rasul-rasul Yesus.


Terdengarlah oleh kaisar-kaisar Romawi, ada kepercayaan yang menyebar di tengah masyarakat. Agama Kristen dianut oleh masyarakat kelas bawah. Yang ketahuan dibunuh. Yang tidak ketahuan bersembunyi di bawah tanah. Persembunyian lorong bawah tanah itu disebut Catacomb (katakombe). Mengapa mereka dibunuh? Karena dianggap bertentangan dengan aturan Romawi yang datang dengan prinsip perang, sementara agama Kristen waktu itu datang dengan prinsip kedamaian.


Di dalam Catacomb inilah mereka beribadah. Membuat karya seni. Bersembunyi. Melahirkan generasi. Catacomb panjangnya sekitar 400 KM (Makassar-Palopo) jika kita sambung jalur-jalurnya. Dari sinilah bermula Seni Kristen Awal.

Melalui banyak cara. Orang2 Kristen diam-diam menyebarkan agama ke permukaan. Hingga 250-an tahun lamanya, agama itu menjadi idola bangsa Romawi. Bahkan beberapa kaisar kecil memeluk agama itu.


Kaisar Romawi yg memimpin saat itu pasrah. Apa boleh buat. Sudah menyebar di kalangan bangsanya. Terbitlah Edik Milan tahun 313 M (bukan 212) yg menyatakan bahwa bangsa Kristen tidak lagi dilarang di Kekaisaran Romawi.

Maka saat itu. Gereja mulai dibangun di atas permukaan. Mereka meninggalkan Catacomb.

Permasalahan muncul kemudian. Orang-orang Kristen tidak punya panduan membuat gereja karena selama ini mereka sembunyi di Catacomb. Maka praktisnya, diambillah contoh bangunan Basilika dari Yunani. Hingga saat ini, banyak bangunan gereja basilika yang asalnya adalah bangunan Yunani. Sampai sini paham kan?