Saya Seorang Sufi

Share:
Saya memang seorang sufi. The Boy Who Harnessed The Wind, film di negara Malawi ini mengisahkan pendidikan, penjajahan atas tanah, pemerintahan yang berjanji palsu, banjir pada musim hujan akibat penebangan hutan menjadi lahan tembakau dan kekeringan saat musim panas yang panjang.

Krisis pangan karena kekeringan yang panjang membuat warga Malawi mati kelaparan. Warga rela berjalan ke gudang-gudang makanan milik pemerintah untuk mendapatkan harga yang murah dibanding harga yang bisa didapat di pasaran dengan resiko: pulang dengan membawa makanan atau pulang babak belur berebut pangan.

Kondisi juga diperparah karena akan terjadi pemilihan presiden. Para warga termasuk kepala suku yang protes terhadap janji-janji pemerintah dipukuli.

Adalah William. Anak yang masih duduk di bangku sekolah seharusnya menjadi harapan masa depan negara tersebut. Namun nasib berkata lain, krisis pangan membuat orang tuanya tidak bisa menjual banyak hasil dagangan pada tahun itu. William putus sekolah. Namun guru dan pegawai perpustakaan masih berbaik hati menyelinapkannya ke perpustakaan untuk belajar buku-buku tentang energi. William sadar, krisis kampungnya bisa diatasi dengan pemanfaatan energi.

Siang hari itu, William ketahuan masuk kelas. Sang kepala Sekolah mengusirnya keluar. William dianggap mengambil hak siswa-siswa yang lain karena belajar tanpa membayar.

Selebihnya Anda bisa saksikan sendiri. Selamat menderita karena pendididikan. Saya memang seorang sufi: Suka Film!