Pelajaran Tentang Ilmu dan Praktik Adab

Share:
Saya pernah datang di suatu kajian Islam Bulanan pertengahan tahu lalu setelah Ramadhan. Mereka membahas pentingnya Timur Tengah di tengah pusaran arus kapitalisasi global.

Pembicara pertama adalah seorang dosen perempuan konsentrasi Kajian Timur Tengah. Lulusan Timur Tengah juga. Cerdasnya luar biasa meski beliau mengasuh dua orang anak di tengah-tengah diskusi. Pembicara kedua, seorang artis perempuan yang telah berhijrah dan konsentrasi tentang masalah Palestina.

Tidak lama saya menyaksikan kajiannya. Justru saya tertarik dengan adab pengurus. Adab panitia. Adab para peserta kajian. Sebelum dimulai, barisannya rapi. Meski digelar sederhana.

Begitupun dengan panitia yang diberi tugas. Mereka yang diberi tugas mendampingi pemateri, mereka laksanakan. Mereka yang diberi tugas menyiapkan makanan, mereka laksanakan. Mereka yang diberi tugas mengatur sendal-sepatu peserta yang hadir, mereka laksanakan.

Urusan mengatur sendal-sepatu kelihatannya urusan sederhana. Namun poin ini yang membekas bagi saya. Dan saya menamainya Praktik Adab. Santun tanpa dibuat-buat. Tidak ada perbincangan lain di lokasi selain bahan kajian dan adab. Tidak ada perbincangan kekurangan dari pelaksanaan kegiatan.

Dan malulah kita. Hal biasa yang menjadi luar biasa karena kesabaran mereka melakukan sesuatu.