Al-Qur'an, Mukjizat dan Kitab Ilmu Pengetahuan

Share:
Kurang lebih sepekan yang lalu, tepatnya di hari Jum'at seorang khatib (saya tidak sempat menghafal namanya) khutbah di salah satu masjid dan saya jadi jamaahnya.

Kurang lebih secara ringkas akan saya jelaskan isi khutbahnya. Dari pembukaan khutbah tersebut, sang khatib menyebut narasi menarik, "Banyak umat muslim yang lupa bahwa Al-Qur'an itu adalah mukjizat dan bukan hanya sekadar bacaan." Saya yang menunduk membangunkan wajah menatap khatib, bergumam dalam hati: sepertinya akan menarik khutbah kali ini.

Sang khatib melanjutkan.

Apa itu mukjizat? Mukjizat berasal dari kata bahasa Arab yang berarti melemahkan, dari kata ‘ajaza (lemah). Jadi fungsi kehadiran Al-Qur'an selain sebagai petunjuk, juga untuk melemahkan sekaligus menantang. Kita saksikan di masa Nabi Musa, Fir'aun terlalu kokoh untuk dikalahkan, maka mukjizat Nabi Musa adalah tongkat yang menantang Fir'aun sekaligus menenggelamkan keegoisan Fir'aun bersama para tentaranya.

Apa lagi yang dilemahkan dan ditantang? Al-Qur'an melemahkan seluruh penyair-penyair yang ada di jazirah arab waktu itu sekaligus menantang seluruh ilmuwan bidang bahasa sepanjang sejarah. Allah SWT menjelaskan: wa inkuntum fi roibim mimma nazzalna 'ala 'abdina fa'tu bi surotim mim mitslih "Kalau kalian tidak yakin dengan apa yang ditrunkan untuk Nabi Muhammad maka buat satu surah yang menandingi surat tersebut." Ayat ini secara tegas menantang siapapun profesor bidang linguistik secara umum.



Itulah Al-Qur'an yang banyak kita tidak memahaminya. Al-Qur'an sebagai sebuah mukjizat berisikan tentang banyak hal. Al-Qur'an berbicara tentang sains, Al-Qur'an berbicara tentang administrasi, Al-Qur'an hampir berbicara di semua cabang ilmu yang diharapkan adalah ketika orang membacanya kemudian melakukan penelitian-penelitian terhadap perkembangan ilmu yang ada.

Dari sisi keindahan bahasanya, suatu ketika Umar bin Khattab (yang belum memeluk Islam) ditanya, "Mau kemana Anda?," Umar menjawab, "Sungguh pasti saya akan membunuh Muhammad," sahabat kembali menjelaskan, "bagaimana mungkin Anda mau membunuh Nabi Muhammad sementara adik Anda telah masuk Islam." Tatkala umar begitu menggebu untuk mencari Nabi Muhammad, kini berbalik lebih menggebu untuk mencari adiknya yang telah memeluk Islam. Dicarinya adiknya sampai ke rumah, didapatkannya sedang belajar Al-Qur'an dan membaca surah Thohaa: Thohaa, ma anzalna 'alaikal qur-ana litasyqo, illa tadzkirotal limay yakhsya, tanzilam mim man kholaqol ardho was samawatil 'ula, ar rohmanu 'alal 'arsyis-tawa, lahu ma fis samawati wa ma fil ardhi wa ma bainahuma wa ma tahtatstsaro. Umar adalah salah satu tokoh sentral yang berpengaruh di Arab dan penentu banyak bidang, maka syair-syair Arab sangat dihafalnya. apa yang barusan dia dengarkan dari lisan adiknya dia pastikan ini bukan karya orang Arab.

Mari kita lihat apa arti surah Thohaa yang dibaca oleh adiknya:

Ma anzalna 'alaikal qur-ana litasyqo
Kami tidak menurunkan Al Qur-an ini kepadamu agar engkau menjadi susah

Illa tadzkirotal limay yakhsya
melainkan sebagai peringatan bagi orang yang takut 

Tiba di ayat 4 selanjutnya Umar gemetar mendengarnya

Tanzilam mim man kholaqol ardho was samawatil 'ula
Diturunkan dari Allah yang menciptakan bumi dan langit yang tinggi

Ada banyak kalimat yang baru didengarnya. Dia mulai curiga bahwa ini memang dari Tuhan.

Ar rohmanu 'alal 'arsyis-tawa
Yang Maha Pengasih, yang bersemayam di atas 'Arsy

Konsep ketuhanan saat itu tidak ada di atas 'Arsy. Umar semakin curiga.

Lahu ma fissamawati wa ma fil ardhi wa ma bainahuma wa ma tahtatstsaro
Milik-Nya lah apa yang ada di langit, apa yang ada di bumi, apa yang ada di antara keduanya, dan apa yang ada di bawah tanah.

Tiba di ayat 14, seakan-akan Allah berbicara pada Umar. wahai Umar dengarkan!
Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Umar bin Khattab menemukan Tuhannya melalui syair Al-Qur'an yang tidak pernah didengarnya kemudian beliau bergegas menemui Nabi Muhammad dan bersyahadat. Peristiwa percobaan pembunuhan berubah menjadi peristiwa masuknya Islam salah seorang yang berpengaruh di tanah Arab. 



Al-Qur'an pertama kali diturunkan terkait persoalan ilmu. Iqro bismirobbikalladzi kholaq. Tidak ada orang berilmu yang terhormat jika tidak berproses dengan ilmu. Tidak ada bangsa yang terhormat jika tidak berporses dengan ilmu. Maka ini salah satu bukti keilmiahan Al-Qur'an. Ketika umat Islam ingin maju maka mereka berproses dengan ilmu. Salah satu bukti keilmiahan yang lain, tidak ada buku yang memiliki turunan yang banyak selain buku terlahir dari turunan Al-Qur'an. Tidak ada buku yang dijadikan referensi seperti banyaknya Al-Qur'an dijadikan referensi dan dikutip.

Mari kita masuk ke dalam isi Al-Qur'an. Terkait persoalan administrasi, Ya ayyuhal ladzina amanu idza tada yantum bidainin ila ajalim musamma faktubu (AlBaqarah: 282) Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermuamalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya. Apa pentingnya ayat tersebut tahun 50-an misalnya di negara kita karena kurangnya baca tulis. Kita ingat dulu orang-orang bertransaksi dengan cara gadai, tukar barang dengan barang. Belakangan di konstitusi modern ada lembaga peradilan, hari ini jika orang meminjamkan uang lalu tidak dicatat dan berperkara di pengadilan maka jelas akan kalah. Apa artinya? Al-Qur'an terbukti keilmiahannya dari sisi administrasi. Kejadian semacam ini di negara kita barulah sekitar 30 tahunan catat-mencatat ini, sedangkan telah diterangkan Al-Qur'an 1400-an tahun yang lalu.



Isi Al-Qur'an yang terkait dengan persoalan kesehatan. Wal walidatu yurdhi'na aulada hunna haulaini kamilaini li man aroda ayyutimmar rodho'ah (Al-Baqarah: 233) Para ibu hendaklah menyusui anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan.

Tahun 70-an ada banyak ibu yang takut menyusui anaknya karena takut badannya rusak, akhirnya para bayi diberikan susu sapi waktu itu karena keilmiahan belum sampai pada mereka. Tahun 90-an WHO (World Health Organization) menganjurkan ibu untuk menyusui anaknya karen terdapat bakteri baik untuk perkembangan anak. Belakangan diketahui bahwa ASI tidak bisa digantikan dengan makanan atau minuman, bahkan kolostrum air susu ibu yang pertama itu menjadi imunitas yang luar biasa bagi bayi. Mereka tidak tahu bahwa 1400-an tahun lalu, informasi ini telah disampaikan dengan baik dalam Al-Qur'an. Dan terbukti sangat ilmiah.



Maurice Bucaille, seorang peneliti forensik dari Perancis yang melakukan penelitian terhadap jenazah mumi para raja Mesir meminta kepada pemerintah Mesir untuk melakukan penelitian. Al-Qur'an membimbingnya menemukan Ramses II atau yang kita kenal sebagai Fir'aun. Dalam Al-Qur'an disebutkan: Fal yauma nunajjiika bibadanika litakuuna liman khalfaka aayatan wa-inna katsiiran minannaasi 'an aayaatinaa laghaafiluun (Yunus: 92) "Maka pada hari ini Kami selamatkan badanmu, supaya kamu dapat menjadi pelajaran, bagi orang-orang yang datang sesudahmu, dan sesungguhnya kebanyakan dari manusia, lengah dari tanda-tanda kekuasaan Kami."

Ketika Maurice melakukan penelitian terhadap mumi-mumi, ada sahabatnya yang menyampaikan bahwa Al-Qur'an berbicara banyak tentang Bani Israel, Al-Qur'an berbicara banyak tentang Nabi Musa dan Fir'aun. Dalam Al-Kitab juga berbicara tentang Fir'aun tetapi hanya Al-Qur'an yang memastikan bahwa jazad Fir'aun diselamatkan untuk menjadi pelajaran bagi generasi sesudahnya. Maurice dalam penelitiannya menyebutkan bahwa inilah jazad Fir'aun yang memiliki tingkat kepekatan asin yang cukup tinggi. Ketika jenazah dikembalikan ke Mesir, Maurice bersyahadat. Al-Qur'an mengantarkannya menemukan Tuhannya.



Belum lagi tentang teori Big Bang 80-an tahun lalu oleh Edwin Hubble yang menjelaskan tentang dahulu Bumi dan langit adalah satu dan terjadi ledakan besar yang Hubble sebut Big Bang memisahkan antara langit dan Bumi. Apa kata al-Qur'an? Awalam yara lazina kafaru anna samawati walardua kanata ratuqan fafataqunahuma wa jaaluna minal mai kulla saiin hayin afala yuminuna. (Al-Anbiya: 30) "Dan apakah orang-orang yang kafir tidak mengetahui bahwasanya langit dan bumi itu keduanya dahulu adalah suatu yang padu, kemudian Kami pisahkan antara keduanya. Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?"



Al-Qur'an menciptakan proses penciptaan Manusia secara lengkap.
"Hai manusia, jika kamu dalam keraguan tentang kebangkitan (dari kubur), maka (ketahuilah) sesungguhnya Kami telah menjadikan kamu dari tanah, kemudian dari setetes mani, kemudian dari segumpal darah, kemudian dari segumpal daging yang sempurna kejadiannya dan yang tidak sempurna, agar Kami jelaskan kepada kamu dan Kami tetapkan dalam rahim, apa yang Kami kehendaki sampai waktu yang sudah ditentukan, kemudian Kami keluarkan kamu sebagai bayi, kemudian (dengan berangsur-angsur) kamu sampailah kepada kedewasaan, dan di antara kamu ada yang diwafatkan dan (adapula) di antara kamu yang dipanjangkan umurnya sampai pikun, supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatupun yang dahulunya telah diketahuinya. Dan kamu lihat bumi ini kering, kemudian apabila telah Kami turunkan air di atasnya, hiduplah bumi itu dan suburlah dan menumbuhkan berbagai macam tumbuh-tumbuhan yang indah. (Al-Hajj: 5)

Saat Al-Qur'an berbicara ini, ilmu pengetahuan (biologi) belum sampai ke sana. Al-Qur'an telah menjelaskannya 1400-an tahun yang lalu.



Pertanyaannya? Apa pengaruh Al-Qur'an yang setiap harinya kita tidur dengannya 24 jam di rumah kita. Yang paling minimal, keyakinan kita kepada Allah. Tidak meragukan Allah baik dalam keadaan apapun. Sudahkah kita sampai pada titik ketika kita membaca Al-Qur'an saat itu kita sedang berinteraksi dengan mukjizat.

Penelitian Ustadz Bachtiar Nasir mengatakan bahwa orang Indonesia yang mebaca Al-Qur'an dengan artinya hanya sekitar 15%, maka paling tidak ada 15% orang di Indonesia yang memiliki peluang untuk memahami apa itu Al-Qur'an. Inilah kelemahan secara massif yang kita lakukan di Indonesia, kita hanya membaca teks Arab Al-Qur'an tanpa membaca terjemahannya. Bagaimana kita mau kagum terhadap Al-Qur'an yang kita tidak mengerti isinya. Maka dijelaskan di awal "Banyak umat muslim yang lupa bahwa Al-Qur'an itu adalah mukjizat dan bukan hanya sekadar bacaan."

Ketika kita membaca terjemahan Al-Qur'an, kita bertemu dengan cerita para rasul, kita ketemu dengan sejarah yang sangat luar biasa. Al-Qur'an berbicara tentang banyak ilmu.

Pesan kita kali ini, tinggalkan cara-cara lama dengan mengandalkan emosi kita menamatkan Al-Qur'an tanpa membaca terjemahannya.

Kurang lebih inilah pesan yang disampaikan khatib saat khutbah di Jum'at itu. Semoga kita dapat mengambil banyak pelajaran dari arahan beliau.