Menemukan Peran Pada Sebuah Titik

Share:
Saya hampir lupa, ada titik-titik yang merangkai perjalanan panjang para orang hebat di masa lalu.

Titik itu kita namakan peristiwa. Dan di setiap peristiwa selalu ada tokoh yang memegang erat janji atas kemenangan setiap peristiwa.

Apapun peran mereka. Selalu ada janji setahun, dua tahun bahkan 500 tahun untuk menuntaskan sebuah janji. Dan mungkin inilah sebabnya mengapa peradaban-peradaban besar tercipta dari pembacaan sejarah secara utuh.

Di antara banyak tokoh sejarah. Mereka memiliki peristiwanya masing-masing. Ada tokoh dengan perjuangannya berada di garis depan, ada juga yang menjaga pertahanan belakang. Tidak jarang kita baca tokoh dengan model mengorbankan yang di depan untuk maju dari belakang mengangkat bendera kemenangan. Dan kemudian tokoh yang mengangkat bendera ini yang dikenang dunia.

Mereka yang di depan?
Hilang di tengah darah sejarah dan bunyi gemerincing pedang pertarungan. Orang-orang menyebutnya syuhada tak bernama. Atau dalam istilah Jepang 'samurai tanpa pedang'.

Di masa modern dan postmodern, kita tinggal memilih peran. Di balik layar laptop atau tampil di depan diketahui dunia. Dikenang sebagai nama asli atau dikenang sebagai nama tanpa wajah.

Kita bebas memilih bentuknya.
Kita bebas memilih polanya.