Dari Kopi untuk Dunia

Share:
Kopi artinya kekuatan. Begitulah bangsa arab menyebut kopi sebagai "qahwah" --kekuatan.
Hingga orang-orang Turki menyebutnya "kahveh" sebagai nutrisi penambah semangat.

Dari Afrika menyebar ke kalangan prajurit dinasti abad 13. Menyeberangi ganasnya gurun, ringkihan kuda-kuda perang, gemerincing pedang Dinasti Abbasiyyah dan Utsmani.

Politik dagang memang kebutuhan bagi penikmatnya.

Tidak heran, warga Turki Utsmani adalah penikmat kopi.
Diperkenalkan kedai kopi pertama: Kiva Han. Dijual sebagai komoditi ke Eropa.

Kopi sampai ke tangan Raja Eropa. Sempat ditolak dari kalangan Eropa karena minuman itu berasal dari Dinasti Turki Utsmani (Ottoman Empire).

Perang Wina (Austria) terjadi. Orang-orang Turki kalah dan mundur dari sana, kopi-kopi ditinggalkan begitu saja.
Franz Kolschitzky membawanya ke Jerman. Kopi berkembang di Eropa. --bisa dibaca di buku Plantation Crops, Plunder and Power: Evolution and Exploitation.

Kopi menyeberang ke Brazil.
Bahkan mengalahkan tren bir sebagai minuman di sana.
Amerika menjadi penikmat kopi.

Negeri-negeri muslim tetap menikmati kopi seperti biasa.
Dan dunia menikmati kopi sebagai sesuatu yang mahal dan luar biasa.