Pertanian Organik Rumahan

Share:
Beberapa hari lalu sempat berbincang dengan teman yang sedang kuliah di Jepang. Kami membicarakan seputar pertanian rumahan yang menjadi sistem pertanian alternatif di masa sekarang. Banyak orang-orang yang tidak memiliki lahan tetapi ingin menerapkan pertanian modern. Hasilnya, terbitlah dimana-mana ide tentang pertanian alternatif di sekitar rumah. Lahan-lahan sempit dimanfaatkan untuk menanam bahan-bahan kebutuhan dasar dapur. Sebutlah bawang, cabe ataupun sayur-sayuran masa panen jangka pendek.

Ide pertanian rumahan ini juga sebagai dasar jika kelak bahan-bahan dasar rumah tangga menjadi langka dan memicu inflasi. Selain bahan rumah tangga, mulai dikembangkan juga seputar buah-buahan penghias rumah.

 

Buah stoberi ini ditanam di dalam pot tanpa tanah. Diletakkan di dekat jendela bagian dalam rumah. Namun buahnya begitu menggoda. Begitu pula dengan sayuran di sampingnya, ditanam di atas media tanpa tanah. Sayuran itu mengandalkan ampas teh sebagai media semainya hingga tumbuh sebesar itu. Eksperimen sederhana untuk hasil yang kelak membuat perubahan dimulai dari rumah sendiri.

Satu hal harus selalu diingat. Kita tidak bisa bekerja dengan orang-orang yang pekerjaan sehari-harinya atau lingkungannya hanya dipenuhi nyinyiran dan suara-suara sumbang penurun semangat. Kita yakin hal besar berasal dari titik-titik kecil dalam lingkungan positif.

Ide-ide pertanian ini menyebar banyak di media sosial. Bisa kita lihat dari gambar-gambar berikut.


Kentang di dalam pot.


Bawang merah dengan media botol bekas









Ide-ide sederhana seperti ini mengurangi penggunaan lahan di sekitar kita dan memperbesar manfaat serta pengaruhnya kepada cara pandang masyarakat. Memang terlihat hasilnya sangat sederhana namun jika ditarik ke dalam dapur menjadi hal yang sangat luar biasa.

Ini tanaman cabe rawit di halaman rumah kami. Jumlahnya total 80 pohon di samping rumah. Semoga bermanfaat.