Hari Penyerangan itu Tiba (Muhammad Al-Fatih Bagian Keenam)

Share:

Sebelum mulai, saya lupa menyertakan lokasi Anadolu Hisari dan Rumeli Hisari pada bagian ketiga kemarin. Berikut yang sedikit lebih lengkap dan agak jauh citranya dari atas angkasa. Dari sini sudah terlihat jelas mana Laut Hitam, mana selat Bosphorus, mana Konstantinopel, mana Golden Horn (Tanduk emas), dan lain-lain.

Untuk mengingat nama-nama di gambar, sepertinya cukup mudah. Dengan ini, rangkaian cerita lebih mudah dipahami.

Oh ya, muncul pertanyaan: yang mana Turki di situ?
Jawabannya: belum ada Turki waktu itu. Cuma saya memakai peta Turki sekarang untuk lebih mudahnya.

Kalau begitu yang mana peta Turki sekarang?
Yaitu sepanjang mata memandang, itulah Turki yang sekarang, kecuali yang sebelah kiri sedikit yang hijau-hijau itu.



Al-Fatih memerintahkan dikumpulkanlah 250.000 pasukan. Ada yang mengatakan 260.000 dan juga yang mengatakan 200.000. Terserahlah, kita hanya mau tahu pasukan sebanyak ini mau apa di Konstantinopel. Menang atau kalah?
,
Dikerahkanlah pasukan-pasukan tersebut menyerang melalui 3 arah penyerangan. Arah pertama, melalui laut Marmara. Arah kedua, melalui Golden Horn. Arah ketiga, melalui tembok barat konstantinopel (di peta ada di sebelah kiri) yang telah kita bahas di bagian kelima. Kawan bisa perhatikan peta di atas kembali. Jelas, bukan?

Dari arah Marmara dan Golden Horn, dibuatlah tempat-tempat potensial untuk membuat kapal di Tayer, Beirut, Sidon dll. jadilah kurang lebih 400 kala waktu itu.



Lompat jauh sedikit 200 tahun meninggalkan masanya Al-Fatih. Dari pasukan-pasukan laut inilah yang terkenal di dunia nantinya di masa Sultan Sulaeman Al-Qanuny (setelah kematian Muhammad Al-Fatih dan Selim) muncul raja lautan dari kalangan Islam yang kita kenal sebagai Khairuddin Barbarossa.

Barbarossa? kayaknya pernah dengar!
Iya benar, itu Kapten Barbarossa yang ada di film Pirates of The Carribean yang digambarkan sebagai perompak. Shock? sama :D


Siapa monyet itu? Saya juga tidak tahu. Kalau di film Pirates of the Carribean, itu namanya Jack, persis dengan nama pemeran utama film itu Jack Sparrow. Ada adegan lucu di film itu, saat Kapten Barbarossa bertemu Jack Sparrow.

"Selamat datang Jack," Kata Barbarossa. Jack Sparrow membungkuk hormat. Barbarossa kemudian mengatakan, "Bukan kamu," sambil menunjuk kepada monyet tersebut karena ikut membungkuk. Mungkin monyet itu berpikir karena nama mereka berdua Jack.

Ok. Kembali ke zaman Muhammad Al-Fatih 1453 M.
Dari kapal-kapal yang dibuat, menyeranglah di Marmara, kapal-kapal kecil masuk ke Golden Horn. Kapal besar tidak bisa lewat di Golden Horn.

Mengapa?
di muara Golden Horn dipasang rantai melintang agara kapal-kapal besar tidak bisa lewat.


Seperti itulah para pasukan Konstantinopel mencegah serangan.
Saat ini rantai tersebut ada di Museum Arkeologi Istanbul. Sebagai gantinya, dibuatlah jembatan Galata untuk mengenang peristiwa itu.

 
Dari Kota Edirne, Pasukan darat berjalan selama dua bulan menuju Konstantinopel membawa meriam ciptaan Orban dan Munir Ali. Setiap meriam ditarik oleh 30 kerbau, dan 30 kerbau ditemani sekitar 100 orang untuk meratakan jalan.

Banyaknya pasukan Al-fatih seperti diceritakan dalam Chronicles Al-Fatih, bahwa, "ketika kami berjalan di siang hari maka matahari tidak tembus ke dalam terompah (sepatu) kami, karena tertutup panji dan tombak-tombak kami."

Giliran pasukan Konstantinopel memberikan testimoni dalam Chronicles Konstantine, mereka naik ke atas menara kemudian mengatakan, "Kami melihat kaum muslim datang kepada kami seperti sungai dari besi memenuhi pandangan kami dari pantai sampai ke pantai sepanjang 7,5 Km."

7,5 Km dari mana ke mana kalau dari daerah kawan?



Sebelum peperangan dimulai, Muhammad Al-Fatih mengirimkan utusan kepada raja Konstantin XI. Ada 3 hal yang disampaikan melalui utusan itu. Satu, masuklah kepada Islam karena itu lebih baik dari dunia dan seluruh isinya. Dua, bayar jiziyah ketundukan. Tiga, mereka mau diperangi.

Kaisar Konstantin jawab, lebih baik kami mati!
Pada hari yang sama, hari jum'at. Pasukan Al-Fatih sholat jum'at di depan tembok Konstantinopel. Takbir berkumandang. Warna Konstantinopel mengatakan "ini seperti terakhir kali kita melihat salib di atas Hagia Sophia"


(Interior Hagia Sophia sekarang di Turki)

6 April 1453 hari penyerangan itu tiba. Tembok Konstantinopel jebol oleh meriam Dardanella. Apa yang terjadi selanjutnya?

Pasukan Al-Fatih kalah total oleh pasukan Konstantinopel.
Salah strategi. Salah perhitungan.





Kekalahan pasukan akan saya lanjutkan kemudian.
Waktunya untuk klik iklan ya :) sekali saja :)

2 kali juga tidak apa-apa. yang penting jangan kebanyakan klik :D akun saya diblokir nantinya.