Benteng Konstantinopel, Seberapa Kuat? (Muhammad Al-Fatih Bagian Kelima)

Share:


Sebelum memulai, agar cerita kita nyambung silakan klik:


di sini untuk bagian pertama
di sini untuk bagian kedua
di sini untuk bagian ketiga
di sini untuk bagian keempat

Yang saya tulis ini hanyalah cerita sederhana berdasarkan peristiwa hidup Muhammad Al-Fatih. Untuk lebih lengkapnya silakan lihat buku-buku yang menceritakan kisah-kisahnya secara lengkap. Sebagai pengisi buku tamu setelah membaca, silakan klik iklan yang ada di halaman saya ini. Hitung-hitung kawan di sini membacanya tidak berbayar :)


Sebelumnya di bagian pertama kita tahu bagaimana terjadinya pembagian Islam dan Romawi sekaligus kabar kejatuhan Konstantinopel. Di bagian kedua, percobaan menjatuhkan Konstantinoipel oleh Sultan-Sultan Turki Ustmani. Di bagian ketiga, mengenal Muhammad Al-Fatih. Dibagian keempat, benteng penghalang bantuan untuk Konstantinopel.

Sekarang kita di bagian kelima.

Mengapa benteng Konstantinopel sangat kuat?



Pertanyaan tentang kekuatan benteng Konstantinopel bukan pertama kali saya yang katakan. Ini pertanyaan orang-orang dari abad ke 7, maka dari itu menjadi renungan untuk kita semua. Bagaimana kuatnya benteng itu, mari kita lihat!



Pada lapis pertama terdapat parit (ingat perang khandaq) yang dipagari tembok-tembok keras. dibuat tahun 300-an Masehi oleh Kaisar Konstantin I dan belum pernah runtuh sampai 1453 M. Kalau kita hitung, tembok konstantinopel kokoh selama 1123 tahun.

Kita kembali ke tahun 1453 M. Ada sebuah struktur bangunan tingginya 18 meter. 3 lapis. Di lapisan pertama, ada parit. Pasukan berkuda berhenti tepat sebelum parit.  Parit itu panjangnya 20 meter, dalamnya 10 meter. siapapun pasukan yang mencoba berenang akan dipanah dari lapis kedua. Lapisan kedua, pasukan pemanah dan pasukan penyiram minyak. manjat tembok dipanah dan disiram minyak kemudian dibakar hidup-hidup. lapisan kedua tingginya 5 meter, tebalnya 3 meter. Lapisan ketiga, ada pauskan pemanah, pelempar batu dan penyiram minyak. tinggi lapisan ketiga 8 meter, tebal 5 meter.

Seperti itulah kekuatan benteng yang terbentang sejauh mata memandang itu. Bisa kita bayangkan stresnya pasukan Al-Fatih waktu itu. 



Sebelum saya lanjut. Pernah main game Stronghold Crusader? kisah Salahuddin al-Ayyubi terukir jelas di situ. Pernah main game Age of Empire, kisah Muhammad Al-Fatih terukir jelas di situ. Rasanya ada di tahun 1453 M bisa dianalogikan melalui game. Apakah seru? tergantung semangat kawan-kawan setelah membaca rangkain cerita ini.

Ok kembali ke cerita.
Namun selalu ada jalan untuk orang-orang yang bertawakkal kepada Allah.

Di dalam benteng Konstantinopel datanglah seseorang bernama Orban. Orang kebangsaan Hungaria. Ada juga yang menyebut Jerman. Usahlah diperdebatkan. Yang terpenting, Orban ini maunya apa. Orban seorang ahli teknik mesin dan kimia yang menawarkan rancangan senjata kelas berat untuk Kaisar Konstantin XI. Namun ditolak oleh kaisar Konstantin karena kekurangan biaya untuk membuat senjata tersebut. Namun Orban tidak diminta keluar oleh kaisar, harapannya jika nanti Konstantinopel menyanggupi biaya pembuatan senjata itu maka akan langsung dibuat. Walhasil, setahun Orban di Konstantinopel senjata tersebut tidak dibuat-buat oleh kerajaan.

Orban memutuskan keluar Konstantinopel.

"Untuk apa saya di sini," kira-kira begitu kalau saya yang jadi Orban.

Orban pergi. Kemudian berangkat mencari orang-orang yang mau membeli hasil karyanya dengan harga mahal. Kira-kira begitulah orang yang ahli senjata, jiwa ideologis itu akan hilang meski beda aqidah.

Tawakkalnya Muhammad Al-Fatih, diperjalankanlah Orban bertemu dengannya.
Al-Fatih kemudian ketemu Orban. Al-Faih kemudian bertanya kepada Orban, "Bisa tidak kamu membuat senjata selebar ini (maksudnya Al-Fatih memutar lebar tangannya melingkar dari atas ke bawah terus ke atas lagi)."

Orban kemudian curiga. Putaran tangan selebar itu berarti senjata yang cukup besar.
Orban kemudian bertanya, "Apakah engkau ingin menjebol tembok Konstantinopel?"
Al-Fatih jawab,"Kalau iya, kenapa?"
Orban membalas, "kalau iya, kebetulan, Saya punya rancangan senjata. Saya tinggal disana selama setahun. Sata tahu lekuk-leuk tembok Konstantinopel. Dan saya bisa membuatkan senjata yang kamu maksud."

dijawab Al-Fatih, "Ok deal. Buatkan saya. Kamu dibayar berapa?"
Orban jawab, "Saya minta sekian-sekian ke Konstantinopel tapi mereka tidak sanggup."
"Ok. Saya bayar 4 kali lipat, buatkan senjatanya untuk saya," Kata Al-Fatih.

Jadilah benda ini.
The Great Turkish Bombard atau nama lain The Basilica Cannon atau Muhammad Greatest Gun.



Hitung sendiri ukurannya ya :)

Setelah jadi, senajata itu dihadapkan pada Muhammad al-Fatih.
"Bagus saya suka senjata kamu, tapi ada kurangnya."
dijawab Orban, "Apa kurangnya, ini sudah sesuai permintaan anda Sultan."
"Kurang besar. Buatkan saya dua kali lipat dari itu," Kata Al-Fatih.

Orban tiba-tiba pusing. Bagaimana caranya ini.
Setahun berlalu. Jadilah senjata yang dimaksud dengan dukungan seniman senjata Utsmani namanya Munir Ali. Senjata mereka disebut Meriam Dardanella. Panjangnya kira-kira 5 sekian-sekian meter.





Seperti mendengar cerita di dalam film? bagus, saya juga merasa seperti itu.
Meriam ini kini berada di Museum Fort Nelson Portsmouth, Inggris.

Selesailah semua persiapan. Anak berumur 21 tahun siap memimpin pasukan untuk menjatuhkan Konstantinopel dari darat dan laut.

Hari paling bersejarah itu tiba. Penyerangan disepakati tanggal 6 April 1453 M.
Terima kasih. akan saya lanjutkan besok tentang: Hari Penyerangan itu Tiba.

Sekarang waktunya klik iklan :)