Pagi

Share:


Pagi hari di atas gunung. Dingin menembus jaket. Angin pagi kadang tak bersahabat.

Ada kolam yang tenang. Jika siang berubah warnanya.
Tak harus ada tanya: bolehkah cuci muka di telaganya?

Kujawab boleh tapi sebaiknya jangan. Bukan karena mitos.
Tapi karena fakta. Air tenang tidak selalu bagus.
Pagi hari memang terlihat menarik.
Siang hari rombongan kerbau berendam di sana.

Kutanya balik: masih mau?
Tangannya menutup mulut sejenak. Matanya jadi sipit. Kepalanya menunduk.
Ada senyum disembunyikannya. Tapi maaf kisah ini hanya fiktif belaka.


Lappalaona,27 Januari 2018


puisi cinta,puisi pahlawan,puisi anak,puisi tentang guru,puisi tentang ibu,puisi adalah,puisi roman picisan,puisi guruku,puisi guru,puisi untuk ibu,puisi,puisi ibu,puisi ayah,puisi alam,puisi alam lirik,puisi aadc,puisi ayah dan ibu