Menginterupsi Pikiran

Share:


Saya biasa melempar pandangan ke segala arah jika situasinya begini. Menikmati yang tak biasanya ada setiap hari. Meneropong satu persatu kemungkinan yang biasa sama setiap hari di berbagai tempat. Dan ternyata hanya satu: senja!

Yang setiap hari engkau biasa nikmati seperti yang saya nikmati. Seperti bunga yang hanya tumbuh di musim yang tepat.

Namun. Adakalanya situasi menarik seperti ini jadi berubah. Jika pikiran tiba-tiba diinterupsi oleh sesuatu yang tidak pasti. Seperti bayangan seseorang misalnya.

Atau mungkin bisa jadi hanya sekedar aroma ketulusan angin senja yang jarang dirasakan orang-orang kota yang berdzikir dalam ramainya keterasingan hidup.

Saya bicara apa ini.
Lupakan saja.