Tafsir Gelombang Ketiga

Share:



Dalam pandangan generasi yang lahir antara 1980-1995 yang juga disebut generasi milenials atau Generasi Y, muncul rumus baru bagi generasi tersebut seperti:

"Aku ingin punya uang banyak tapi punya waktu luang untuk keluarga dan pekerjaan itu haruslah menyenangkan karena menjadi passion yang aku geluti"

Begitu tafsir Gelombang Ketiga Indonesia yang direnungkan oleh Anis Matta kemudian dituangkan dalam sebuah buku.

Tafsir Gelombang Ketiga tersebut juga melahirkan ciri masyarakat yang terhubung dengan lingkungan global melalui internet.

Lahirnya masyarakat seperti ini menggeser tafsir kesejahteraan yang awalnya adalah tujuan menjadi salah satu faktor pembentuk kualitas hidup.

Bahkan menurutnya, warga gelombang ketiga berpartisipasi mengartikulasikan opininya dalam berpolitik, media sosial menjadi corong terhadap bunyi-bunyi universal, serta status jejaring ekonomi melampaui batas negara dan pasar.

Pada ujungnya, peran akhir negara hanya menjadi penyedia infrastruktur dan penggerak militer yang berpengaruh dalam skala besar.