Sang Pengemudi Taksi Tak tercatat Sejarah

Share:



Saya paling jarang nonton film korea. Disebabkan kebanyakan genre drama. Namun film ini bisa jadi lain.

Tersebut seorang supir taxi bernama Kim Man Seob yang menghidupi anaknya seorang diri. Istrinya meninggal. Kini dililit hutang sewa rumah.

Saat sedang makan siang, didengarnya seseorang yang datang ke Korea untuk sebuah perjalanan pulang-pergi dan akan membayar mahal untuk itu. Man Seob mencari tahu siapa orangnya.

Singkat cerita, bertemulah dengan orang itu. Namanya Jurgen Hinzpeter. Wartawan yang akan meliput peristiwa Gwang-Ju (kurang lebih seperti peristiwa reformasi 1998 di negara kita dulu). Man Seob tidak terlalu pandai bahasa inggris.

Ini kisah nyata Mei 1980 di Korea yang dinarasikan kembali melalui film.

Lanjut. Diantarkannya ke Gwang-Ju. Sayang semua akses jalan diblokade oleh militer. Man tidak tahu peristiwa apa di Gwang. Yang penting dapat bayaran mahal. Dicarilah cara masuk ke Gwang dengan mengelabui petugas yang memblokade jalan. Wartawan tidak diizinkan meliput.

Akhirnya lolos seolah-olah ketinggalan berkas.

Tiba di Gwang. Miriplah reformasi 98 dulu. Mahasiswa melempar batu. Militer memegang senjata. Fasilitas publik hancur. Sambungan telfon terputus. Jurgen meliput kejadian.

Di Gwang bertemu banyak supir taksi. Heroiklah cerita. Saling cela antar tukang taksi dari kota berbeda. Karena darurat sipil dan militer, Man memutuskan balik ke Seoul. Ditinggalkannya Jurgen di sana. Jurgen marah, Man menyalakan mobil. Mogok mobilnya.

Menginaplah mereka di Gwang. Ketahuan militer ada wartawan masuk. Mereka diburu. Diancam dibunuh. Di media pemerintah, televisi sbg sumber terpercaya warga. Jurgen datang meliput kebohongan pemerintah. .
File rekaman masih di tangan Jurgen. Mereka bergegas meninggalkan kota Gwang-Ju. Ingin mengabarkan kebrutalan pemerintah setempat pada media internasional.

Man Seob baik hati pada anaknya. Sempat belikan hadiah sepatu untuk putrinya. Dibeli dari uang dari Jurgen.

Jurgen belum tahu identitas Man. Ditulislah nama Kim Sa Bok sebelum pisah. Itu nama palsu. Man Seob tak tercatat sejarah.

Jurgen terima penghargaan jurnalis. Disebut Kim Sa Bok sebagai pahlawan. Tak tahu lagi di mana orangnya.