Mengeja Sore Bersama Bapak

Share:



Nak, Bapak tahu.
Tahun tidak berulang.
hanya bulan dan tanggalnya saja.

Aku tak menuntut banyak.
Jadilah bermanfaat.

Nak, berapa sisa umurku.
Aku lupa, kamu bukan Tuhan.

Nak, sudah berapa umurku.
Kamu selalu tahu.
Menuliskan itu di setiap lembaran dokter.

Pada sore dulu.
Aku sering berbaris di jalan bersama mereka.
Tak kutemui lagi hari ini.

Sebagian suka kutemui minum teh.
Berbicara Sabang sampai Merauke.
Bertanya kapan BBM turun lagi.

Sebagian kutemui di meja kampus.
Yang jatah pensiunnya dikurangi karena gelarnya.
Kepalanya masih mengkilap.

Sebagian kutemui di belakang rumah.
Terpasang namanya di batu kecil.

Nak, kita punya nama baik.
Meski kita hanya mencoba berbuat baik.
Itu yang orang katakan tentang kita.

Nak, besok matahari muncul lagi.
Kepada siapa kita berharap lagi.
Merah memang tak cocok untuk kita.
Meski merahnya sore tak bisa ditepis.

Besok burung tetap terbang.
Kita tetap membeli tiket pesawat.

Belajarlah.