Dialog Pertemuan Dua Pemilik Cangkir Kopi (2)

Share:



Mengapa kita diam meski kita tahu.
Untuk itu kita di sini.

Untuk apa menjelaskan jika akhirnya tak sampai.
biarkan titik yang menentukan.

Bahkan kita belum mengungkapkan sebuah huruf.
semua lengkap di kepala kita.

Kapan akhirnya menjadi kita.
Minumlah dahulu, tidak baik ketika dingin.

(Hening)

Setiap kita butuh kepastian.
Setiap yang pasti sudah dituliskan.

Tidak, Ini persoalan waktu.
Ini hanyalah persoalan pertemuan.

Lalu, bagaimana.
Setiap yang baik akan menemui sumber yang baik.

Akukah sumber yang baik.
Aku masih yang baik.

(Hening)

Aku permisi.
Kamu melupakan sesuatu.

Aku paham.