Songkok Adat dan Makna Ketika Melamar

Share:


Di makassar dikenal sebagai Songkok guru atau songkok recca', di daerah bugis dikenal sebagai songkok pamiring atau songkok tobone.

Ada kisah historis yang menarik mengenai songkok adat ini selain dipakai ketika pesta pernikahan, menerima tamu dari luar daerah atau menghadiri upacara adat.

Songkok ini menarik ketika sang lelaki bersama keluarganya akan meminang anak gadis keluarga yang lain.

Biasanya ayah sang gadis akan mengenakan songkok ini ketika keluarga sang lelaki datang mammanu'-manu' (meminta kejelasan).

Apa yang menarik?
Yaitu pada bagian cara mengenakan songkoknya ketika diskusi keluarga berlangsung.

Jika ayah sang gadis mengenakan songkoknya lurus seperti mengenakan songkok pada umumnya kemungkinan besar akan diterima tanpa diskusi yang panjang. Biasanya kalau seperti ini, di atas rumah mereka akan membahas yang lain karena sudah mengetahui maksudnya.

Jika ayah sang gadis di tengah diskusi mengenakan songkoknya miring ke kiri atau ke kanan, waspadalah karena mereka akan pikir-pikir dulu. Setelahnya akan diarahkan kepada pembahanan lain.

Jika ayah sang gadis mengenakan bagian depan songkoknya turun menutup dahi. Ah mundurlah. Tidak ada harapan.
Setelahnya diarahkan menuju pembahasan lain mengenai tempat tinggal dan basa-basi lainnya.

Betapa cara ini sangat halus untuk mengurangi ketersinggungan yang diakibatkan oleh lidah.

Jadi orang-orang dulu suka membuat tanda sebagai pengganti bahasa verbal. Begitulah budaya kita bugis-makassar mengajari. Jadi kodenya juga menarik selain kode-kode pramuka.