Ronin dan Politik Pencitraan Budaya

Share:
Harus kita akui kalau sinergi berbagai bidang itu penting. Tidak hanya antara sains dengan sains, integrasi politik dsb, tetapi juga lintas bidang seperti sains dan seni, sosio-kultural dan psikologi kebudayaan atau teknologi dan ekonomi. Apapun itu, para pemuda punya peran penting di berbagai bidang yang bisa menguatkan akar keindonesiaan.

Hingga tiga bulan ke depan, diminta oleh teman di Jepang menulis analisis ekopolitik th. 98, ini penting mengingat diskusi jatuhnya orde baru khususnya di tingkat daerah-daerah jarang dibicarakan karena arah pembicaraan kita terpusat ke Jakarta.

Ujungnya kita akan bertemu dalam sebuah forum terbatas. Saling melaporkan kajian selama tiga bulan tersebut. Mengingat ada sesuatu yang mesti kita pelajari dari negara maju seperti Jepang untuk diterapkan di negeri sendiri.

Sebagai gantinya, saya meminta presentasi mengenai kebudayaan Jepang. Arah budayanya dan benda seninya. Sayangnya, yang terdekat dari tempatnya (Kyoto) hanya Gion yang saya tahu identik dengan Geisha (ok, skip).

Ada yang tahu tentang film 47 Ronin? Sejarah populer Jepang zaman Edo th. 1701 yg bercerita ttg Kira Yoshi dan Asano Naga memperebutkan kehormatan kelompoknya.

Cerita ini mungkin lebih menarik dibanding membicarakan Geiko.