Primitif Abad Nuklir

Share:


Di tahun 2007. Ada pertunjukan teater yang saya kagumi dipentaskan oleh sanggar seni Korek 45. Waktu itu mementaskan sebuah karya yang menjuarai naskah terbaik se-Asia Tenggara. Judulnya Primitif Abad Nuklir yang ditulis almarhum Nur Dahlan Jirana (semoga Allah melimpahkan rahmatnya kepada beliau).

Ya. Primitif abad nuklir. Manusia-manusia primitif di abad nuklir. Manusia-manusia yang lupa jalan hidup karena teknologi dan sains membentuk karakter kita. Kurang lebih seperti itu. Semoga kita bukan salah satunya.

Yang membuat kagum pribadi saya, nama tokohnya mencerminkan lakon yang diperankannya.

Jahmo: Jahiliah modern
Gutada: Guru tapi dajjal
Fisdern: Sufis modern
Wantri: wanita santri

Saya tidak ingat beberapa.

Sangat menarik jika bisa menyaksikan lagi orang-orang yang memainkan primitif abad nuklir dalam satu panggung.

Dengan pendekatan yang lebih modern, Inferno lahir. Sebuah novel yang melegenda dari Dan Brown. Kemudian diangkat ke layar lebar beberapa bulan lalu.

Menarik jika kalian sudah menyaksikannya.