Diskusi di Deretan Kursi Penonton

Share:


Di akhir tahun ini, muncul film animasi yang mengangkat tema budaya yaitu Moana

Saya yakin akan menarik setelah melihat pembuatnya adalah orang-orang di belakang layar film Zootopia. Namun berbeda ketika yang menonton adalah sekelompok mahasiswa seni rupa yang sedang konsen mempelajari karakteristik budaya.

Terjadilah diskusi yang panjang di deretan kursi penonton:
"Lihat tatto si Maui, kira-kira ada kemiripan dengan suku dayak tidak?"

"Melihat tumbuhan endemiknya, ini tidak salah di sekitaran Asia pasifik, atau Australia, sedikit-sedikit ke Indonesia"

"Coba perhatikan rumah-rumah adatnya, ukiran-ukirannya, ragam hiasnya dan kepercayaan mereka tentang laut"

Dan di bagian lain:
"Eh, lagunya mirip-mirip daerah Papua yang didistorsi ke dalam bahasa inggris (british)".

"Penggambaran karakternya sangat detail, rumputnya, pasir yang melengket pada rambut, air laut dan lain-lain. Kira-kira satu animator menghabiskan berapa bulan untuk menyelesaikan frame satu menit film ini?"

Dan terus seperti itu mungkin hingga menit ke 40-an. Hingga ceritanya betul-betul mengalir dan melupakan hal detail seperti tadi.
.
Perlu diketahui, ada ratusan animator yang mengerjakan sebuah film animasi. Mereka hanya dibekali script writer, karakter awal serta kondisi demografi dan geografi. Selebihnya skill.

Jika kalian minat menonton, jangan lupakan karakter Heihei dalam film ini. Seekor ayam dengan banyak permasalahan.