Seni dan Sejarah Pendidikan Dunia

Share:
Dalam pendekatan seni rupa, dikenal istilah pendekatan ekspresi bebas. Berkembang di kalangan pendidik umumnya untuk anak-anak di Amerika pada saat itu (semoga tidak salah ingat). Mengapa? Anak-anak suka berekspresi. Berikan tanah liat pada mereka. Tunggu hasilnya.


Jika hasilnya kurang memuaskan ya memang begitulah tujuannya karena anak-anak hanya bermain lepas, sehingga disebut ekspresi bebas.

Pada saat Rusia meluncurkan Sputnik pertama, Amerika kaget. Sang presiden kemudian berkata, "Oee berhentiko semua ekspresi bebas, lawan sudah ke angkasa kita masih asyik dengan dunia sendiri."

Kemudian dibangunlah konsep Discipline Based Art Education. Sang presiden berkata lagi, "mulai hari ini tidak bolehko main-main, kalian harus belajar. Disiplin. Ikuti kurikulum."

Ah, tinggalkan sejenak dunia konsep pembangunan pendidikan seni secara global. Mari kembali ke Belanda tahun 1800an (kira-kira 1880), diciptakan karya-karya fenomenal oleh Vincent Van Gogh yang menjadi tonggak aliran seni ekspresionisme.

Saya tidak ingin membandingkan aliran realisme dengan konsep apa adanya dan ekspresionisme dengan apa pikirku apa urusmu. Keduanya menarik. Keduanya memulai perubahan cara berpikir dari jalur semestinya.

Tinggal menemukan jalur besar kedua arah pandang aliran ini. Mereka sepakat bertemu di jalan perdamaian. Mereka sepakat menjadikan seni di atas syair-syair berdarah peperangan dan penghujatan terhadap kondisi yang terjadi saat itu.