Inggris dan kata 'mundur'

Share:




London. Kota bersejarah dengan arsiktektur gaya gothic yang khas sebelum modernisme menyapu bagian-bagiannya sedikit demi sedikit.

Begitupun negaranya, United Kingdom (U.K.) atau biasa kita sebut Inggris. Mungkin sudah sangat sedikit yang tak mengenal menara Bing Bang, sebuah sejarah besar lahir di tempat ini. Dan juga, kemegahan istana Buckingham (Buckingham Palace) tempat berdiam sang ratu nomor satu di negeri itu. Bendera berkibar tanda sang ratu ada di dalam istana.

Namun menyakitkan dikalahkan Islandia 2-1 pada semesta delapan besar piala Eropa. Tapi bagi saya, Inggris sudah terlalu tua untuk dikalahkan terus menerus setiap empat tahun. Begitulah takdir bermain. Singa kembar telah keluar setelah dikalahkan

Pada cerita yang lain juga mengejutkan, keputusan referendum setelah diketuk palu rencana besar warga Inggris keluar dari Uni-Eropa. Kita mengenalnya baru-baru ini dengan istilah mainstream "Brexit" atau British Exit. Britania raya sepakat keluar dari Uni-Eropa, Perdana Menteri mundur karena kurang mendukung keputusan.

Di antara kata 'sepak bola' dan 'brexit', keduanya bermuara pada kata "mundur". Yang satu benar-benar mundur karena kekalahan yang terpampang di surat kabar harian sedangkan yang kedua mundur entah karena sudah mengetahui kekuatannya sendiri atau masih menerawang masa depan dengan keyakinan yang baik.