Modernisasi Seni (1)

Share:

Malam kemarin bulan sungguh indah, lupakan sejenak.

Malam ini kita sampai pada satu pertanyaan; mengapa kebebasan berekspresi muncul?

Kebudayaan berkembang menjadi pranata modern. Batas antara keindahan dan keserakahan memudar.

Semua bermula saat negara api menyerang, ah tidak, hanya bercanda. Semua bermula pada awal-awal abad ke-19 ketika apa yang dilihat dan dirasakan tak mampu lagi menampung rasa penasaran manusia. Mereka selalu ingin lebih, lebih dan lebih. 
Era modern menjelma menjadi era industri. Rasa 'ingin' manusia menjadi semakin tinggi, termasuk seni. Nah, siapakah yang dapat menjawab tantangan industri dalam menjawab keindahan?

Intuisi saya seperti mendengar kata seniman (desainer) dari hati pembaca.

Akan saya lanjut. Kemudian.